Penataan Kawasan Jalan Rasuna Said Dimulai, Pemprov DKI Jakarta Hadirkan Wajah Baru Kuningan
JAKARTA - Kawasan Jalan Rasuna Said kini bersiap menampilkan wajah baru. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta mulai melakukan penataan kota secara menyeluruh di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Penataan difokuskan pada sisi timur Jalan Rasuna Said yang mengarah ke Mampang Prapatan, salah satu koridor vital aktivitas perkotaan.
Langkah awal penataan diawali dengan pembongkaran tiang monorel yang telah berdiri tanpa kejelasan kelanjutan proyek. Infrastruktur peninggalan proyek puluhan tahun tersebut dinilai tidak lagi relevan dan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan. Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk menghilangkan tiang monorel dan mengoptimalkan kembali fungsi ruang jalan melalui penataan terpadu.
Selama proses pembongkaran berlangsung, Dinas Bina Marga sekaligus melakukan berbagai pekerjaan pendukung. Penyesuaian geometrik jalan dilakukan untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas. Selain itu, dibangun jalur sepeda sebagai bagian dari penguatan transportasi ramah lingkungan. Sistem drainase juga ditata melalui pembangunan storm drain dan manhole utilitas guna mengantisipasi genangan air saat hujan.
Penataan kawasan ini turut mencakup pembangunan dan peningkatan fasilitas penyeberangan, penataan serta pelebaran trotoar agar lebih ramah bagi pejalan kaki, pembangunan halte, pembuatan saluran air, hingga penataan taman kota. Tak ketinggalan, sistem penerangan jalan umum (PJU) juga ditingkatkan untuk menunjang keamanan dan kenyamanan pengguna jalan pada malam hari.
Seluruh rangkaian pekerjaan tersebut dilakukan untuk meningkatkan fungsi Jalan Rasuna Said secara optimal, baik dari sisi estetika kota, keselamatan, keamanan, maupun kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan. Penataan ini diharapkan mampu menghadirkan koridor jalan yang lebih tertib, modern, dan berkelanjutan.
Kawasan Kuningan dipilih sebagai prioritas penataan karena memiliki tingkat aktivitas yang sangat tinggi. Selain menjadi salah satu pusat distrik perkantoran dan bisnis di DKI Jakarta, kawasan ini juga berperan sebagai pusat ekonomi dan diplomasi. Tingginya volume kendaraan serta keberadaan tiang monorel yang tidak sesuai standar keselamatan sebelumnya dinilai berkontribusi terhadap tingginya risiko kecelakaan lalu lintas.
Dengan pembongkaran tiang monorel dan penataan kawasan secara menyeluruh, kemacetan diharapkan dapat terurai secara bertahap. Jalan Rasuna Said juga memiliki peran strategis sebagai penghubung antar moda transportasi, termasuk layanan TransJakarta dan LRT Jakarta, sehingga penataan ini diharapkan mampu meningkatkan integrasi dan kenyamanan mobilitas masyarakat.
Pemprov DKI Jakarta optimis, setelah tahapan penataan rampung, kawasan Jalan Rasuna Said akan tampil lebih tertata, aman, dan nyaman. Wajah baru Kuningan diharapkan tidak hanya mendukung kelancaran aktivitas ekonomi, tetap juga meningkatkan kualitas ruang publik bagi warga Jakarta dalam waktu dekat.
