Strategi dan Kebijakan


Strategi Rencana Strategis Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta Tahun 2025- 2029 adalah rencana tindakan yang komprehensif berisikan langkahlangkah/upaya yang akan dilakukan diantaranya berupa optimalisasi sumber daya, tahapan, fokus, dan penentuan program/kegiatan/subkegiatan dalam menghadapi lingkungan yang dinamis untuk mencapai tujuan/sasaran Renstra Perangkat Daerah. Kondisi yang diharapkan pada akhir Renstra ini adalah Infrastruktur dasar yang modern serta dalam kondisi mantap yang dapat dinikmati oleh semua kalangan masyarakat. Adapun untuk mencapai kondisi tersebut maka dibutuhkannya strategi-strategi (Critical Success Factor) sebagai berikut: 

1. Pembangunan dan Peningkatan Jalan 

Strategi ini berfokus pada pembangunan jalan baru dan pelebaran jalan untuk meningkatkan konektivitas dan kapasitas jalan. Selain itu, peningkatan jalan dilakukan untuk mengatasi kerusakan struktur pada jalan akibat beban lalu lintas berat dan kondisi tanah labil.

2. Pemeliharaan Berkala Jalan 

Strategi yang berfokus pada kegiatan penanganan jalan berupa pencegahan, perawatan, dan perbaikan yang diperlukan untuk mempertahankan kondisi jalan agar tetap berfungsi optimal dengan kondisi mantap.

3. Pembangunan Simpang Tak Sebidang 

Pembangunan simpang tak sebidang merupakan strategi peningkatan kapasitas dan kelancaran jaringan jalan di DKI Jakarta. Strategi ini ditujukan untuk mengurangi kemacetan, menekan potensi kecelakaan pada titik konflik lalu lintas, serta memperbaiki efisiensi waktu tempuh. Selain mendukung konektivitas antar-kawasan dan integrasi transportasi umum massal, strategi ini juga memperkuat struktur ruang kota dan mendukung terwujudnya infrastruktur perkotaan yang aman, handal, dan berdaya saing. 

4. Strategi Penataan Terpadu Utilitas Perkotaan Berbasis Kolaborasi dan Teknologi 

Strategi ini difokuskan untuk menata dan menertibkan utilitas perkotaan dengan prinsip keterpaduan, keselamatan, dan keberlanjutan yang  mencakup:

  • Koordinasi lintas sektor dengan penyedia layanan 
  • Penerapan standar teknis 
  • Pengendalian galian dan pemeliharaan utilitas dengan sistem izin terintegrasi agar tidak menimbulkan kerusakan jalan yang berulang

5. Strategi Penataan Koridor Jalur Pejalan Kaki (pedestrian) dengan Pendekatan Konsep Complete Street

Strategi ini menekankan perencanaan jalan yang ramah untuk semua pengguna (pejalan kaki, pengendara, pesepeda, dan kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, perempuan, lansia, anak-anak, dan masyarakat rentan lainnya). Elemen pentingnya antara lain:

  • Zona pejalan kaki yang aman
  • Landscape jalan yang terintegrasi
  • Penerapan keselamatan dan pencahayaan memadai 

6. Strategi Revitalisasi Fasilitas Pejalan Kaki dan Bangunan Pelengkapnya yang Memenuhi Aspek Aksesibilitas, Kontinuitas, dan Prinsip Kesetaraan Gender, Disabilitas dan Inklusi Sosial (GEDSI) 

Tujuannya menjadikan fasilitas pejalan kaki yang lebih inklusif dan fungsional. Strategi ini mencakup:

  • Penggunaan ubin pemandu dan ramp
  • Fasilitas pejalan kaki yang menerus dan tidak ada rintangan (seamless connection)
  • Ruang bebas fasilitas pejalan kaki sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga dapat digunakan semua pengguna jalan termasuk penyandang disabilitas 

7. Pembangunan/Peningkatan Kualitas Penerangan Jalan dan Sarana Umum 

Strategi ini berfokus pada peningkatan kualitas penerangan jalan dan sarana umum yang tidak hanya memenuhi fungsi penerangan, tetapi juga menghadirkan nilai estetika yang memperkuat identitas kawasan. Dengan mengkonversi lampu penerangan jalan dan sarana umum menjadi LED merupakan sebuah langkah konkret efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon. Selain itu penerapan smart system membuat sistem penerangan jalan umum lebih efisien dan adaptif melalui integrasi teknologi smart system. Strategi ini berisi:

  • Penggantian lampu konvensional menjadi LED 
  • Penggunaan lampu hemat energi yang sesuai dengan Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM)
  • Pengendalian terpusat berbasis smart system untuk pemeliharaan dan pengaturan intensitas cahaya
  • Penataan desain lampu (beautifikasi) yang selaras dengan karakter kawasan kota. 

8. Digitalisasi Infrastruktur Jalan 

Digitalisasi mendukung pengelolaan aset jalan lebih akurat dan berbasis data. Strategi ini meliputi:

  • Pemetaan dan inventarisasi aset berbasis digital
  • Sistem manajemen jalan (Road Asset Management System)
  • Integrasi data kondisi jalan dan pemeliharaan 

9. Pengaduan Kerusakan Jalan Berbasis Aplikasi Masyarakat 

Strategi partisipatif ini sudah melibatkan masyarakat dalam pelaporan kerusakan jalan, dengan fitur:

  • Aplikasi mobile/web pelaporan (geo-tagging, foto, deskripsi)
  • Respon cepat oleh satuan tugas teknis
  • Transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan aduan