Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta dalam Rabu Belajar Episode 231 : Selangkah Menuju Wajah Baru JL. H. R. Rasuna Said Sisi Timur
JAKARTA - Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta menjadi narasumber dalam Podcast Rabu Belajar yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi DKI Jakarta dengan mengangkat tema "Selangkah Menuju Wajah Baru Jalan H.R. Rasuna Said Sisi Timur". Melalui forum pembelajaran tersebut, Dinas Bina Marga memaparkan berbagai aspek pembangunan dan revitalisasi koridor Jalan H.R. Rasuna Said yang menjadi salah satu proyek strategis dalam mendukung transformasi Jakarta menuju kota global.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Sofiatun, hadir sebagai narasumber, sementara diskusi dipandu oleh Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Siti Dinarwenny. Kegiatan ini menjadi sarana berbagi pengetahuan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat mengenai konsep, proses, serta manfaat revitalisasi salah satu koridor utama ibu kota tersebut.
Dalam paparannya, Sofiatun menjelaskan bahwa Jalan H.R. Rasuna Said memiliki peran strategis sebagai pusat aktivitas pemerintahan, bisnis, diplomasi, kawasan hunian, hingga simpul transportasi massal di Jakarta. Tingginya intensitas mobilitas di kawasan tersebut menjadi alasan utama dilakukannya revitalisasi guna meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus memperkuat citra Jakarta sebagai kota yang modern dan berdaya saing.
Menurutnya, revitalisasi tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi jalan, tetapi juga menghilangkan stigma keberadaan proyek monorel yang mangkrak selama bertahun-tahun serta menghadirkan ruang kota yang lebih aman, nyaman, tertata, dan estetis. Penataan koridor dilakukan dengan mengusung konsep Complete Street, yaitu pendekatan pembangunan jalan yang mengakomodasi kebutuhan seluruh pengguna jalan secara inklusif, mulai dari pejalan kaki, pesepeda, pengguna transportasi umum, hingga kendaraan bermotor dan kelompok rentan.
Revitalisasi Jalan H.R. Rasuna Said mencakup berbagai pekerjaan infrastruktur secara terpadu, antara lain pembongkaran tiang monorel, rekonstruksi dan peningkatan struktur jalan, pelebaran koridor lalu lintas, peningkatan kapasitas drainase, penataan utilitas bawah tanah, pembangunan trotoar yang lebih ramah pejalan kaki, pemasangan guiding block, bollard, lampu penerangan jalan, serta penyempurnaan marka dan perlengkapan jalan. Seluruh pekerjaan tersebut dirancang untuk meningkatkan keselamatan, kenyamanan, sekaligus kualitas ruang publik di kawasan tersebut.
Dalam sesi diskusi, Sofiatun juga menjelaskan bahwa percepatan penyelesaian proyek dilakukan melalui sejumlah strategi, seperti penambahan jam kerja dan sistem shift, pelaksanaan pekerjaan secara paralel di beberapa titik, optimalisasi tenaga kerja dan peralatan, percepatan pengadaan material, serta koordinasi intensif dengan instansi terkait dan pemilik utilitas. Meski dikejar target waktu, seluruh pekerjaan tetap mengedepankan aspek mutu konstruksi dan keselamatan kerja.
Menanggapi pertanyaan masyarakat mengenai perbedaan elevasi jalan yang sempat menjadi perhatian publik, Sofiatun menegaskan bahwa kondisi tersebut merupakan bagian dari tahapan konstruksi. Perbedaan ketinggian permukaan jalan terjadi karena proses pembongkaran lapisan lama, perbaikan struktur, penyesuaian elevasi, hingga penghamparan lapisan akhir aspal dilakukan secara bertahap agar lalu lintas tetap dapat beroperasi selama pekerjaan berlangsung. Setelah seluruh tahapan selesai, permukaan jalan akan kembali menyatu sesuai desain akhir.
Selain peningkatan kualitas badan jalan, revitalisasi juga diarahkan untuk menciptakan koridor perkotaan yang lebih berkelanjutan. Penataan drainase dilakukan untuk mengurangi potensi genangan, utilitas ditata agar lebih rapi dan aman, sementara trotoar dan fasilitas pejalan kaki diperbaiki untuk mendukung aksesibilitas seluruh lapisan masyarakat. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas mobilitas sekaligus menghadirkan ruang publik yang lebih representatif sebagai salah satu wajah utama Jakarta.
Melalui Podcast Rabu Belajar, Dinas Bina Marga juga mengajak masyarakat untuk turut mendukung proses pembangunan yang sedang berlangsung. Meski pelaksanaan konstruksi menimbulkan ketidaknyamanan sementara, seluruh pekerjaan dilakukan untuk menghadirkan manfaat jangka panjang berupa infrastruktur yang lebih aman, nyaman, tertata, dan mampu mendukung aktivitas masyarakat secara optimal.
Revitalisasi Jalan H.R. Rasuna Said menjadi salah satu wujud komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghadirkan infrastruktur yang modern, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, koridor strategis ini diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global yang kompetitif, ramah bagi seluruh pengguna jalan, dan memiliki kualitas ruang publik yang semakin baik.
