Berita



HOTMIX vs COLDMIX: Solusi Perbaikan Jalan yang Disesuaikan dengan Kondisi Lapangan

Jakarta — Perbaikan jalan merupakan bagian penting dalam upaya peningkatan kualitas infrastruktur dan pelayanan publik. Di balik mulusnya jalan-jalan di Ibu Kota, terdapat proses teknis yang membutuhkan pemilihan material yang tepat. Dalam hal ini, Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta melalui kanal edukatif DBMPedia memberikan pemahaman kepada publik mengenai dua jenis material perbaikan jalan yang umum digunakan: Hotmix dan Coldmix.

Mengenal Hotmix dan Coldmix

Hotmix adalah campuran antara aspal dan agregat (seperti batu dan pasir) yang dipanaskan hingga suhu tinggi sebelum diaplikasikan ke permukaan jalan. Proses pengerjaan Hotmix menggunakan alat berat, seperti Asphalt Roller, untuk memastikan hasil akhir yang rata, kuat, dan tahan lama. Namun, aplikasi Hotmix tidak bisa dilakukan saat kondisi jalan basah (misalnya saat hujan) dan memerlukan waktu cukup lama sebelum bisa dilintasi kendaraan.

Sementara itu, Coldmix atau aspal dingin, adalah campuran agregat dan aspal emulsi yang tidak memerlukan pemanasan dalam aplikasinya. Coldmix dapat diaplikasikan langsung menggunakan alat ringan seperti stamper, dan tetap bisa digunakan saat jalan dalam kondisi basah. Karena sifatnya yang praktis, Coldmix sangat cocok untuk perbaikan darurat, seperti menutup lubang jalan dengan cepat tanpa mengganggu lalu lintas dalam waktu lama.

Kelebihan dan Fungsi Masing-Masing

  •  Kelebihan Hotmix:

Daya tahan tinggi terhadap beban lalu lintas

Permukaan lebih halus dan rata

Lebih tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem

Umur pemakaian lebih lama

Tahan terhadap deformasi (penyok atau bergelombang)

Menyajikan estetika jalan yang lebih baik

  •  Kelebihan Coldmix:

Siap pakai tanpa perlu dipanaskan

Praktis dan mudah diaplikasikan

Cocok untuk perbaikan darurat/lubang mendadak

Bisa digunakan saat kondisi basah

Fleksibel untuk volume kecil

Hemat waktu dan tenaga (efisien)

Penggunaan Berdasarkan Kebutuhan

Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa pemilihan antara Hotmix dan Coldmix tidak bisa disamaratakan, melainkan harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Hotmix lebih cocok untuk pekerjaan rekonstruksi atau pemeliharaan jangka panjang dengan hasil akhir yang optimal, sedangkan Coldmix menjadi solusi cepat dan efisien untuk menutup lubang yang berisiko membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan atau dalam situasi mendesak.

Kombinasi penggunaan kedua jenis material ini diharapkan dapat menunjang program perbaikan jalan yang adaptif, responsif, dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan masyarakat.

Upaya Transparansi dan Edukasi Publik

Langkah edukasi ini merupakan bagian dari strategi kehumasan yang dilakukan oleh Tim Media Sosial (Humas) Bina Marga Provinsi DKI Jakarta. Mereka tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membuka ruang diskusi dengan masyarakat melalui kanal media sosial, serta aktif menanggapi keluhan atau laporan masyarakat secara cepat dan akuntabel.


Image Lainnya