Langkah Awal Penataan Kawasan JL. H.R. Rasuna Said
JAKARTA - Setelah lebih dari 17 tahun terbengkalai, tiang monorel di kawasan H.R. Rasuna Said akhirnya mulai dibongkar. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta memulai proses pembongkaran tersebut pada pekan ketiga Januari 2026 sebagai bagian dari langkah strategis penataan infrastruktur kota agar lebih optimal dan fungsional.
Pembongkaran dilakukan terhadap tiang-tiang monorel yang selama bertahun-tahun tidak termanfaatkan akibat terhentinya proyek pembangunan. Keberadaan struktur tiang kini dinilai tak lagi relevan dengan kebutuhan transportasi perkotaan saat ini, serta dirasa menimbulkan keterbatasan terhadap ruang jalan di salah satu sisi tersibuk kota Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, menyampaikan bahwa pembongkaran tiang monorel ini diharapkan dapat memperlebar ruang jalan dan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan lalu lintas yang selama ini kerap terjadi di kawasan Rasuna Said. Menurutnya, penataan ulang infrastruktur perlu dilakukan agar ruang kota dapat dimanfaatkan secara lebih efektif bagi kepentingan masyarakat.
Selain untuk mengurai kemacetan, pembongkaran juga bertujuan meningkatkan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Selama ini, tiang monorel yang tidak lagi dapat difungsikan dinilai berpotensi menimbulkan risiko laka lantas serta mengganggu estetika kawasan. Dengan dilakukannya pembongkaran, kawasan Rasuna Said diharapkan dapat tertata lebih rapi dan representatif sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi Jakarta.
Secara historis, rencana pembangunan monorel di Jakarta dimulai pada tahun 2004 sebagai upaya menghadirkan sistem transportasi massal modern. Namun, proyek tersebut menghadapi berbagai kendala hingga akhirnya terhenti secara permanen pada tahun 2008. Sejumlah tiang monorel yang telah terbangun pun tidak dapat dimanfaatkan dan dibiarkan berdiri dalam jangka waktu yang lama.
Melalui langkah pembongkaran ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk menata kembali infrastruktur kota agar selaras dengan kebutuhan mobilitas saat ini. Penataan kawasan Rasuna Said diharapkan dapat mendukung kelancaran lalu lintas, meningkatkan kualitas ruang kota, serta menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan inklusif bagi masyarakat di Jakarta.
