Berita



Bollard di Trotoar, Upaya Perlindungan Pejalan Kaki

Jakarta — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengoptimalkan fasilitas ruang jalan yang ramah bagi pejalan kaki. Salah satunya melalui pemasangan bollard atau tiang pengaman di berbagai ruas trotoar. Keberadaan bollard dinilai memiliki peran krusial dalam menjaga keselamatan serta memastikan fungsi trotoar dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Trotoar merupakan fasilitas publik yang diperuntukkan bagi pejalan kaki dan harus bebas dari kendaraan bermotor. Namun pada praktiknya, masih ditemui pengendara yang melintas atau memarkirkan kendaraan di area tersebut sehingga menimbulkan potensi bahaya dan mengurangi kenyamanan. Dengan adanya bollard, area trotoar dapat lebih terlindungi karena tiang-tiang tersebut menjadi pembatas fisik yang efektif dalam mencegah kendaraan memasuki ruang pejalan kaki.

Selain fungsi keselamatan, pemasangan bollard juga mengedepankan aspek aksesibilitas. Jarak antar bollard diatur sekitar 90 sentimeter sehingga tetap memungkinkan pengguna kursi roda, lansia, atau pengguna mobilitas terbantu lainnya melintas secara aman. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah kota untuk menghadirkan ruang publik yang inklusif dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.

Di sisi lain, bollard juga menjadi bagian dari elemen estetika kota. Bentuk dan desainnya dibuat beragam mengikuti karakter kawasan, termasuk penambahan pencahayaan yang mendukung visual kota pada malam hari. Dengan demikian, bollard tidak hanya menjalankan fungsi sebagai pelindung, tetapi juga memperkuat identitas dan keindahan tata ruang Jakarta.

Pemasangan bollard dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil pemetaan kawasan yang memiliki intensitas pejalan kaki tinggi ataupun berisiko disalahgunakan oleh kendaraan bermotor. Upaya ini menjadi salah satu strategi dalam mewujudkan kota yang aman, tertib, serta berorientasi pada kenyamanan pejalan kaki.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus mengajak masyarakat untuk turut menjaga dan menghormati fasilitas publik yang telah disediakan. Kolaborasi seluruh pengguna jalan menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih manusiawi dan berkelanjutan, di mana hak pejalan kaki sebagai pengguna jalan yang paling rentan dapat terpenuhi secara maksimal.


Image Lainnya